Harapan Baru di Jalan Nasional: Preservasi Muaro Kalaban - Kiliranjao Picu Ekonomi Sijunjung
Kamis, 12 Juni 2025
SUMBAR - 12 JUNI 2025 – Di tengah hiruk pikuk aktivitas harian di Kabupaten Sijunjung, sebuah harapan baru mulai terbentang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Sumatera Barat, telah resmi memulai proyek Preservasi Jalan Muaro Kalaban - Kiliranjao. Sebuah langkah besar yang tak hanya menjanjikan kelancaran perjalanan, namun juga digadang-gadang akan menjadi nadi baru bagi denyut ekonomi masyarakat.


Proyek ambisius ini, dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp 3.191.120.000,- (Tiga Milyar Seratus Sembilan Puluh Satu Juta Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah), digarap oleh PT. Anathama Konstruksi Utama. Penandatanganan kontrak telah dilakukan pada 18 Maret 2025, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu 180 hari kalender. Sebuah tenggat waktu yang menuntut profesionalisme dan kerja keras dari seluruh pihak terkait.
Mulusnya Jalan, Mulusnya Roda Ekonomi
Masudi, ST., MT, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, tak bisa menyembunyikan optimismenya. Dengan suara penuh harap, beliau menyampaikan bahwa kegiatan preservasi jalan ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana. "Kegiatan penanganan jalan ini bertujuan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal dan mendatangkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi," ujar Masudi. Ia menambahkan, "Jika jalan mulus, secara otomatis bisa mempercepat jarak tempuh." Sebuah pemikiran sederhana namun memiliki dampak berlipat ganda bagi mobilitas barang dan jasa.
Peringatan pun tak luput disampaikan oleh Masudi kepada para pengguna jalan. "Kami ingatkan agar kendaraan yang melintas di area kegiatan untuk hati-hati karena adanya kegiatan preservasi jalan," tuturnya, menekankan pentingnya keselamatan selama proyek berlangsung.
Secercah Senyum di Wajah Pengemudi
Dampak positif dari dimulainya preservasi jalan ini telah terasa bahkan sebelum aspal baru terhampar sempurna. Seorang pengemudi travel yang setiap hari melintasi jalur ini tak dapat menahan rasa syukurnya. Dengan senyum lebar, ia berujar, "Jalan nasional ini bakal tidak ada lagi lubang." Sebuah kalimat singkat yang mengandung beban pengalaman bertahun-tahun melewati jalanan yang tak selalu ramah.
Hal serupa juga disampaikan oleh seorang sopir truk. Biasanya, setiap hari ia harus mengemudikan kendaraan besar dengan ekstra hati-hati, "menghindari jalan berlubang." Kini, beban kekhawatiran itu perlahan terangkat. "Kami tidak lagi merasa waswas," katanya penuh lega. Ucapan terima kasih pun mengalir dari hati para pengemudi ini, ditujukan kepada Kepala Balai dan Kepala Satker PJN Wilayah II Sumbar, yang telah mewujudkan impian mereka akan jalan yang layak dan aman.
Apresiasi juga tak kalah hangatnya disampaikan untuk PPK 2.2 - PJN Sumbar. Di bawah pengawasan ketatnya, pihak rekanan telah menunjukkan kinerja maksimal dan terkesan sangat profesional. "Semoga proyek ini bisa tepat waktu dan tepat mutu," harap mereka, sebuah doa tulus dari mereka yang setiap hari menggantungkan hidup di atas aspal jalanan.
Preservasi Jalan Muaro Kalaban - Kiliranjao bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah investasi pada masa depan. Ini adalah janji akan akses yang lebih baik, perjalanan yang lebih cepat, dan pada akhirnya, roda perekonomian yang berputar lebih kencang di Kabupaten Sijunjung. Sebuah kisah tentang harapan yang mulai terwujud, setapak demi setapak, demi Sumatera Barat yang lebih maju. (And)
Topik Terkait
Baca Juga :